HARITS SYARIF ALBARI (2025) EFEKTIFITAS MEDIASI DALAM UPAYA PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA KELAS 1B KOTA LUBUKLINGGAU. Skripsi thesis, Universitas Bina Insan Lubuklinggau.
|
Text
RAMA_74201_2104010025.pdf Download (28MB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang efektifits mediasi dalam upaya penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1B Kota Lubuklinggau, Saat ini, bentuk penyelesaian tersebut terintegrasi dengan proses pengadilan dan dikenal sebagai mediasi. Setelah Indonesia merdeka, mediasi dalam pengadilan (court annexed mediation) mulai ditetapkan seiring dengan diterbitkannya peraturan Mahkamah Agung (PERMA) No 2 Tahun 2003, Penulisan skripsi ini akan menjawab semua rumusan masalah yaitu bagaimana efektifitas mediasi dalam upaya penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1B Kota Lubuklinggau, faktor faktor meningkatnya mediasi di Pengadilan Agama Kelas 1B Kota Lubuklinggau. Teori ini menggunakan Teori Efektivitas Hukum dan Teori Keadilan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektifitas mediasi dalam upaya penyelesaian perkara perceraian di Pengadilan Agama Kelas 1B Kota Lubuklinggau serta mengetahui faktor apa saja yang bisa meningkatnya efektifitas mediasi. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu normatif empiris dan metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan perundang-undangan dan metode pendekatan konseptual. Teknik Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, teknik tersebut dipakai untuk mewawancarai hakim mediator di Pengadilan Agama Kelas 1B Kota Lubuklinggau. Hasil Penelitian ini yaitu Proses mediasi dalam perkara perceraian bersifat tertutup dan rahasia, karena yang dibahas adalah permasalahan yang dihadapi oleh penggugat dan tergugat. Tujuan utama mediasi adalah mencari solusi terbaik bagi permasalahan yang ada antara kedua belah pihak. Dalam perkara perceraian, sering kali masalah yang terjadi berasal dari kesalahpahaman (miss komunikasi). Jika upaya mediasi ini tetap tidak berhasil memberikan solusi, maka mediasi dinyatakan tidak berhasil. Namun, dampak perceraian tidak hanya dirasakan oleh suami dan istri, tetapi juga anak-anak serta keluarga besar. Proses mediasi dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama yang bertujuan mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak, sering kali menghadapi berbagai tantangan. Meskipun mediasi sering tidak berhasil mencegah perceraian, upaya ini tetap penting untuk membahas pemenuhan hak-hak pasca-perceraian, seperti nafkah iddah, mut'ah, nafkah anak, dan kewajiban lainnya. Selain itu, mediasi juga memberikan kesempatan bagi suami untuk merujuk kembali kepada mantan istri selama masa iddah. Keberhasilan proses mediasi dalam perkara perceraian dipengaruhi oleh faktor internal para pihak, kemampuan mediator, dan faktor eksternal. Dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada pasangan yang akan menikah sehingga memiliki pengetahuan yang memadai tentang pernikahan sangat penting untuk membangun kesiapan mental yang baik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai Prosedur Mediasi di Pengadilan Agama Kota Lubuklinggau untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tidak lagi menganggap mediasi sebagai sekadar formalitas dalam prosedur persidangan. Kata Kunci : Efektifitas, Mediasi, dan Perceraian
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Program Studi Hukum |
| Depositing User: | Admin Perpus UnivBI |
| Date Deposited: | 25 Feb 2026 02:55 |
| Last Modified: | 25 Feb 2026 02:55 |
| URI: | http://eprints.univbinainsan.ac.id/id/eprint/601 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
